Paragraf argumentasi
PKM
pada hakikatnya merupakan Program Kreativitas Mahasiswa yang diadakan oleh
Dikti sebagai wadah mahasiswa untuk menuangkan ide dan gagasan kreatif atau
untuk belajar memecahkan permasalahan tertentu yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, seiring berjalannya waktu PKM tersebut tidak hanya menjadi wadah
kreativitas, tetapi merambah pada ketidakjujuran mahasiswa dalam menuliskan
dana proposal. Penggelembungan dana tersebut dilakukan dengan berbagai alasan,
di antaranya dengan adanya penggelembungan itu mereka mendapatkan keuntungan
yang cukup menjanjikan. Karena alasan material ini mereka melakukan kecurangan-kecurangan
yang pada akhirnya justru menjadi bumerang terhadap diri mereka sendiri. Bagaimana
tidak? Dengan ketidakjujuran itu telah menggoreskan dosa di mata Tuhan dan diri
mereka sendiri. Orientasi mereka bukan didasari untuk menambah ilmu mereka,
tetapi telah berkembang pada orientasi yang salah yaitu hanya mengharapkan
materi yang akan diraih. Maka tidak heran jika banyak proposal yang dikirim
kepada Dikti. Sangat disesalkan apabila inilah realita yang terjadi di lapangan.
Seharusnya ada pihak-pihak tertentu yang memberikan arahan dan meluruskan niat
mahasiswa membuat PKM tidak hanya berorientasi kepada materi semata. Dengan
adanya realita ini, alangkah lebih baik jika niat tersebut kita tanamkan mulai
dari diri kia sendiri yang merupakan anggota maupun fungsionaris Warkop DKI.( Nila Septy Arimbi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar