Sabtu, 27 Oktober 2012

Materi pertemuan 18 Oktober 2012

Materi  pertemuan pada tanggal 18 Oktober 2012 dapat di unduh melalui  link download di bawah ini
Download
Download

Ketua Baru, Semangat Baru



“Di sini kita belajar, tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Semuanya saling berbagi ilmu untuk kemajuan kita bersama.”
            Latihan rutin Warung Komunikasi Peneliti dan Diskusi Karya Ilmiah (WARKOP DKI) PGSD UNNES dengan ketua baru telah berjalan pada hari Kamis, 18 Oktober 2012 dengan animo yang tinggi dari anggota-anggotanya. Pertemuan yang rutin dilaksanakan setiap hari Kamis di Kandang Sapi PGSD UNNES ini dihadiri sekitar tujuh puluh lebih mahasiswa semester satu yang begitu tinggi semangatnya dalam mencari ilmu, khususnya di bidang penelitian. Ini merupakan latihan perdana dari WARKOP DKI PGSD UNNES dengan ketua beserta fungsionaris baru untuk masa jabatan 2012/2013.

Rabu, 03 Oktober 2012

TJERITA BUAT DIEN TAMAELA


Beta Pattiradjawane

jang didjaga datu datu
Tjuma satu

Beta Pattiradjawane
kikisan laut
berdarah laut

beta pattiradjawane
ketika lahir dibawakan
datu dajung sampan

beta pattiradjawane pendjaga hutan pala
beta api dipantai,siapa mendekat
tiga kali menjebut beta punja nama

dalam sunyi malam ganggang menari
menurut beta punya tifa
pohon pala, badan perawan djadi
hidup sampai pagi tiba

mari menari !
mari beria !
mari berlupa !

awas ! djangan bikin bea marah
beta bikin pala mati, gadis kaku
beta kirim datu-datu !

beta ada dimalam, ada disiang
irama ganggang dan api membakar pulau .......

beta pattiradjawane
jang didjaga datu-datu
tjuma satu

Selasa, 02 Oktober 2012

MALAM


Mulai kelam
belum buntu malam
kami masih berjaga
--Thermopylae?-
- jagal tidak dikenal ? -
tapi nanti
sebelum siang membentang
kami sudah tenggelam hilang

Zaman Baru,
No. 11-12
20-30 Agustus 1957

Senin, 01 Oktober 2012

KRAWANG-BEKASI


Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

(1948)
Brawidjaja,
Jilid 7, No 16,
1957